2000 itu susah lho…..

hari ini, 12 November 2009..
berjalan menelusuri jalan Babakan Siliwangi..
berdua bersama sahabatku..
Inilah Bandung yang dulunya hijau..
Inilah Baksil yang dulunya asri dan indah..
Sekarang??
Polusi, sampah, bangunan hampir roboh yang menghiasi..
Sayang.. sejuta sayang..
Hatiku merintih..
aku tidak bisa melakukan apapun..
Aku berjalan menuju salah satu sudut Babakan Siliwangi..
Menemui tumpukan botol-botol plastik, kardus, dan kertas..
Dingin, bau, Nyamuk,, semua bersatu bagaikan jalinan yang tak terpisahkan dari sebuah istana rongsokan..
aku memasukinya..
“Ada Megawati cantik kesini”, komentar seorang bapak tua yang telah lanjut usia..
Dengan tubuhnya yang kurus dan kecil ia membawa satu karung berisi botol plastik dan dus..
Kulihat seorang lain membantunya dan menimbang bawaan yang ia bawa…
Sejurus kemudian….
seorang pemiliki istana itu, memberi uang 2000 rupiah..
Teriris dan tertegun,, menyapa kami..
Begitu sulit ia mendapatkan uang dua ribu hingga ia harus berjalan jauh dan berkubang dalam sampah..
Sedih.. Sedih.. Astaghfirullah..
Mungkin sudah sangat sering aku melihatnya di layar TV..
Tapi,, ini begitu real dan dekat denganku..
Kemudian bapak itu, bercakap-cakap denganku..
Ia berkata, “kemana Baksil yang dulu? kemana Kotamadya? Dulu saya kerja disini, tapi sekarang saya jadi kayak gini..”
Begitu mengiris hati..
Apa yang aku lakukan dengan uang 2000??
Cukup untuk membeli 1 botol aqua..
Lalu bagaimana beliau hidup dengan cara seperti itu???
Saat masa tua yang harusnya ia nikmati.. Sirna di telan kehidupan pahit..
Semoga Allah senantiasa melindungi beliau dan memberi rezeki yang lebih di masa tuanya..
taken from ” catatan perjalanan ku”

Kumpul Syair

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu, sementara aku mengetahuinya, dan aku memohon ampun atas apa-apa yang tidak aku ketahui.”

Diriwayatkan dari Abu Ja’far Adh-Dharir, ia berkata : “Shalih bin Abdul Karim  berkata kepadaku (Muslim bin Yasar) :

Orang-orang yang menangis meneteskan air mata karena rindu kepada Allah di malam hari..

Mereka terus meneteskan air mata tanpa rasa jemu.. Sungguh bumi sangat merindukan mereka.. Berharap mereka sujud di atasnya..

Sulaiman bin Ma’bad mengucapkan syair tentang wafatnya Yahya bin Ma’in :

Apakah engkau merasa takut dengan apa yang terjadi pada zaman?

Kelalaian membuat air matamu bercucuran

Air matamu yang tersimpan akhirnya mengalir karena takut kemurkaan, membuatmu  terkadang menangis dan terkadang sakit..

Kedua matamu menyebabkan dirimu cemas dan berduka, seperti orang yang takut, demikianlah curahkan air matamu..

Curahkanlah air mata dan menangislah, dalam bermunajat kepada Allah, ketika hatimu dirundung duka…………………

Diriwayatkan dari Zuhair bin Nu’aim As-Suluuli, ia berkata : “Seorang laki-laki dari suku Al-Anbar sering menangis. Ia tidak pernah terlihat kecuali sedang dalam keadaan menangis. Lalu seorang saudaranya mencela kebiasaan tersebut dan berkata : “Semoga anda dirahmati Allah, mengapa Anda menangis dengan tangisan panjang seperti ini ?” Mendengar pertanyaan tersebut ia kembali menangis dan berkata :

Aku menangisi dosa dan besarnya kejahatan yang aku lakukan,

Maka sudah seharusnya bagi yang berdosa untuk menangis..

Seandainya tangisan menghilangkan kesedihanku, suatu kebahagiaan jika air mata yang tercurah disertai darah…

Diriwayatkan dari Muhammad bin Al-Husain, ia berkata : “ Aku pernah mendnegar abu Ja’far Al-Qaari menangis pada tengah malam sambil berkata :

Berusahalah terus untuk menangisi dosamu sepanjang masa,  sesungguhnya tangisan dapat mengobati luka..

Ingatlah terus dosamu sepanjang siang, karena dosa itu terus menyelimuti orang…

Diriwayatkan dari Bhar Abi Yahya, ia berkata : “Aku pernah mendengar salah seorang ahli ibadah berkata : “Menangislah seperti tangisan orang yang tahu bahwa ia tidak selamat kecuali dnegan tangisan dan kesedihan yang panjang.”

Kemudian beliau bersyair :

Siapa yang mencurahkan air matanya karena dunia…

Maka sesungguhnya kami mencurahkan air mata akbiat dosa yang kami lakukan….

Imam Ibnul Faradhi bermunajat kepada Allah dan mengatakan :

Orang yang tertawan oleh dosanya telah berdiri di depan pintu-Mu, berdiri dengan perasaan takut terhadap apa yang telah Engkau ketahui..

Takut terhadap dosa-dosa yang tidak tersembunyi atas-Mu sedikitpun, mengharap dari-Mu ampuna dosa dalam keadaan harap dan cemas..

Siapakah lagi yang diharapkan dan ditakuti selain diri-Mu, sungguh tiada satupun yang dapat menentang keputusan-Mu..

Ya Sayyidi, jangan Engkau hinakan aku pada catatan amalanku, Jika catatan itu dibentangkan pada hari  perhitungan catatan amal……………..

Imam Asy-Syathibi berkata :

Kalaulah mata ini bahagia, niscaya akan digenangi air mata

Akan tetapi kerasnya hati membuat air mata kering kerontang

Duhai celakanya umur yang terbuang dan berlalu tanpa makna………………….

Al-Imam Ats-Tsabt Mis’ar bin Kidaam berkata dalam wasiatnya kepada anaknya, Kidaam :

Aku hadiahkan nasihat ini kepadamu hai Kidaam

Dengarkanlah ayah yang menyayangimu

Tinggalkanlah senda gurau dan perdebatan

Itulah dua tabiat yang aku tidak suka dijadikan kebiasaan

Aku pernah merasakan keduanya dan aku mencela keduanya

Sebagai pendamping ataupun sebagai teman yang menyertai……

Episode 23

Assalamu’alaykum, salamku pada orang-orang yang berada di sana.. Hem, ada Ummi, mbak Priya, Nina, mbak nisa beserta ananda tercinta syifa, dan t’nita.. Baru berlima pikirku… It’s okay, we will wait for them..

Hari ini jadwal ku untuk memasak bareng..
Jadi teringat sms dari Ummi, jangan lupa bawa daging cincang yah dua ons ( daging yang ku cari-cari sehabis ‘itikaf di salman Namun tak kunjung kudapatkan, akhirnya aku cincang deh di bantu Bunda di giling pake gilingan kacang.. hehehe maksa banget dah)

Ketika ku bertanya pada saudariku yang lain, Nina bawa minyak, Priya bawa bumbu dapur super duper kumplit deh, t’nita bawa si kembar bawang merah dan bawang putih, and mbak nisa bawa gula merah.. Hemh,, yang lain?? kami menunggu hingga hampir setengah jam… Hemh.. Jadi kepikiran, maksud Ummi minta bawain barang-barang neh apa yah???

Akhirnya, mbak ayu datang dengan sayur asem dan tempe titipan teh Uul (lagi sakit jadi ndak bisa datang),,, lama kali kita nunggu.. akhirnya mau tak mau kita juga harus memasak untuk buka bersama…

yang terkumpul

Tempe
Daging cincang 2 ons
Sayur asem 2 bungkus
Bawang merah n bawang putih seperempat
Minyak 1 kilo
Gula Merah
Bumbu dapur

Mulailah kita memikirkan mau dibikin apa yah??
Awalnya berencana mau bikin ayam madu, sayur asam, perkedel tempe daging, dan sambal, sama bikin sekoteng.. Tapi,, ayam belum dateng, yang ada cuma bahan sayur asem dan perkedel sama sambal.. Tapi lumayanlah walaupun tim sekoteng tak ada yang muncul hingga buka puasa (ada sih, teh hida tapi dia tak bawa bahan sekoteng.. hoho)..

Mulailah kita, merendos (pent. mengulek) berbagai bumbu..

step 1

saye bikin agar-agar di dapur
saudari-saudari memotong dan mencuci bahan di bawah instruktur teh nita

Perkedel Tempe Daging

Bahan :
Tempe 2 potong besar
Daging Cincang 2 ons
Bawang merah dan bawang putih serta bawang daun
Merica dan garam
Telur untuk kulit

Cara :
Potong tempe lalu rebus sekitar 10 menit
Cuci daging hingga bersih..
Iris bawang daun
ulek bawang dan bumbu tersedia (hindarkan penggunaan MSG)
Ulek tempe hingga halus lalu campurkan dengan daging dan bumbu lalu taburkan bawang daun
Bentuk perkedel bulat sesuai selera aNda
celupkan ke dalam telur yang telah di kocok lalu goreng hingga kekuningan..
Hemmmm Mantaps

Sayur asem

Bahan :
Sayur asam
Asam
Garam
Merica
Gula
bawang merah dan putih
Optional (Tomat)

Cara :
cuci bersih sayuran dan potong kecil-kecil
tumbuk bawang merah dan putih serta garam (lupa dikasih kemiri apa nggak yah??)
Panaskan air bersih hingga mendidih lalu masukkan sayuran
masukkan bumbu tunggu hingga empuk..
Ehmmm harumm.. kalo suka boleh ditambah merica..

Sambal

Bahan
Tomat, cabe, bawang merah, gula merah, garam

Cara
Cuci bersih semua bahan (kecuali garam n gula,, dicuci mah ilang donk)
goreng bahan yang dicuci
lalu ulek deh sampe lebut..

Pukul 17.20

Assalamu’alaykum
‘afwan telat…
Nih ada ayamnya.. (akhirnya mbak farya dateng…. ayam madu…. ayam madu… tapi jadinya na ayam goreng… tak sempatlah masak ayam madu).. Tiba-tiba muncul teh wiwi bawa ikan asin.. Di detik-detik terkahir bahan-bahan berdatangan..

Tapi sayang kita nggak jadi bikin sekoteng… Tim sekoteng tak muncul..
tapi tak apalah, dengan agar-agar dan kurma pun jadi.. apalagi makanannya bikinan sendiri.. pasti enak, lebih enak daripada makan di d’cost.. hehhe

sayur asem, ayam goreng, perkedel tempe daging, sambal, kerupuk (dibeliin ummi)

nikmatnya…..

setelah berbuka dengan yang manis dilanjutkan dengan shalat magrib lalu.. menyantap hidangan yang sedari tadi sudah melambai….

Alhamdulillah nikmat luar biasa..
Sambil bercerita.. ngalor ngidul.. tertawa bersama menyongsong suka dan duka.. lho..
Pokonya makan sambil nangis karena menahan tawa (Astaghfirullah, jangan ditiru, kita nih lagi belajar melawak.. hehe).. Bercerita apa yang akan kita masak untuk teman hidup kita kelak,, tau nggak yang akan aku masak??? hehehe tak penting.. sampai-sampai Ummi geleng-geleng kepala melihat tingkah kita… Padahal Dek syifa nangis mulu pengen cepet pulang kayanya yak mbak nisa? kangen abinya kali yah… hohoho
begitulah kehidupanku bersama teman-teman seperjuanganku di dakwah ini.. Kadang sedih gembira bangga terharu kecewa kesal.. dan berbagai rasa yang tersimpan dalam memori kehidupan kami masing-masing menyisakan sedikit celah kebahagian tersendiri di hatiku.. Kebahagiaan yang belum pernah ku temukan sejak ku jelajahi kehidupan kampus..

Nah, episode 23 Ramadhan udah selesai..
Mau tahu hikmahnya??

1. dari berbagai tugas yang kami dapatkan satu hal yang terbersit yaitu “Penerapan konsep amal Jama’i”. Dalam dakwah, amal jama’i merupakan hal yang penting.. Nah dalam episode ini saya mendapatkan hikmah bahwa setiap orang sekecil apapun amanahnya, sangat berarti dalam barisan dakwah.. sama halnya ketika kami mencoba membagi amanah dengan membawa bahan-bahan masakan, walaupun hanya membawa bawang merah dan bawang putih tapi keberadaan mbak nita sangat berarti bagi terciptanya masakan kami.. Memang kecil tapi jadi menentukan.. yah itulah kira-kiar hikmah pertama yang kudapatkan

2. Setiap pribadi manusia memiliki kekhasan tersendiri dan setiap mereka memiliki karakter tersendiri. ada yang periang pelawak hingga pendiem 1 bahasa kita (>=<) . Hal ini menunjukkan bahwa betapa Allah Mahaadil kepada setiap hambanya…

Nah sekian Episode 23 di Ramadhanku..
Betewe nama diatas cuma rekayasa tapi ceritanya fakta.. Jadi kalo ada kesamaan nama mohon maaf karena nama-nama itu memang pasaran di Indonesia.. lhoooooo

Ahad 13 September 2009, baru pulang dari acara di atas…

Episode 2

Akhirnya hari penantian itu tiba….
Tepat tanggal 2 Ramadhan 1430H, hari dimana semua saudari-saudara di SMAN I Bandung yang tergabung di pengurus IKARIS (Ikatan Remaja Islam) 2007 kumpul ………..
Senangnya bukan kepalang, ketemu saudari-saudariku yang telah lama tak jumpa..
Ceritanya nih, kita mau buka bareng di rumahnya Pak Taufikurrahman (ayah saudariku tentunya, tak mungkinlah kalo tak kenal tiba-tiba ngacak-ngacak rumah beliau, hehe peace Na)..
Truz dari tim acara akhwat (Ajeng, Nana, ama aku (mereka salah pilih orang ya Jeng?)) ngusulin ikhwan aja yang masak (ide gilaku dilakukan juga).. akhwatnya bikin ta’jil.. Sepakatlah tim acara ikhwan yang single fighter (ya nggak San?)..

Hari itu kita berangkat masing-masing, ada yang langsung ke rumah Nana di bojongKoneng ada juga yang janjian di Salman (Grini Hida Susye, ‘afwan yah aku tak jadi menemanimu karena ada SU Mata’ n tiba-tiba harus dateng rapat dadakan TKK-G walau cuma 15 menit).. Truz akhirnya aku pergi bareng Ajeng (hoho tim acaranya kagak bener yang ada di TKP cuma Nana doang),, sambil kebingungan sepanjang jalan kenangan (lhooo), mikirin kita mau bikin apa buat buka??? Jadi merasa bersalah sama Ihsan, kita kan udah bilang mau bikin ta’jil….. Wdauh kek mana ini?? Akhirnya tiba-tiba sms itu pun muncul, “Jeng lo beliin es cendol aja yah”… yah nggak jadi bikin Es buah donks….. Tapi mau gimana lagi, nyampe ke rumah Nana Jam 5 kurangan.. padahal sih sempet kok kalo bikin es buah…

Nah Pas beli es cendol, kita berdua diketawain sama si emangnya dibilangin ” Bade dijual neng? (Mau dijual mbak?)” kita ketawa-ketawa aja.. Mana bawanya berat pula.. (Astagfirullah banyak mengeluh)..
Tibalah kita di rumah Nana, kita berdua Udah kaya selebriti yang dinanti kedatangannya.. Bukan karena kecantikan kita , melainkan karena keterlambatan kita… hehehe
Harum wangi masakan udah tercium.. Nampak Lezat.. Kutengoklah orang-orang yang datang dan kupeluk mereka (akhwat doang yah).. Dan mataku tertuju pada sesuatu yang membuatku terhenyak “What amazing and marvelious !!” .. Ikhwan masak se…… Subhanallah.. Amazing and benar-benar diluar perkiraanku..
Mau tau bikin apa?
Zupa zups (ntahlah namanya apa)
Tahu punir
Tumis tahu cabe kecap (masak Ikhwan beli kecap Inggris.. Mahal kali.. ^_^)
Sayur sop (isinya aneka ragam….)

Tapi tentunya semua ikhwan yang dateng nggak masak semua itu, mereka bawa chef segala (hehe.. Namanya Windra temen sekolah juga, tapi dia ahli masak soalnya kuliah tentang masakan.. Thanks ya windra.. mantaps)

Hehmmmm Jadi malu n ga enak nih.. Akhwat bikin apa donk?? (Teringat sebuah tulisan di blog temen yang mengisyaratkan “Akhwat itb nggak bisa masak”).. yah nggak apa-apalah kali-kali ikhwan yang masak…(membela diri hehe)

Akhirnya kita ngobrol ngalor ngidul ngulon ngetan (apa coba artinya?) tapi benar-benar dingin nggak ada pembicaraan ikhwan akhwat, yang ada akhwat-akhwat ikhwan-ikhwan sampai tiba waktunya berbuka..

Truz kita shalat…
Truz kita makan zupa zups (rasanya menggoda,, udah kaya makan bubur lemu pake ayam).. Tahu punirnya diabisin sama akhwat.. (tapi aku nggak nyicipin,, huhu nggak ada itsar soal makanan yah?? hehehe.. Sampai ada ikhwan yang bilang, saya yang bikin ko saya nggak makan.. hoho (iaya nggak sih ngomong kayak gini?? perasaan ada yang bilang tapi lupa siapa))

Truz aku sih nyuci piring ngegantiin Sandi sama Ihsan (kasian dari tadi kayaknya mereka nyuci mulu aku liat.. haha sabar yah)..
Acaranya harusnya pas ba’da Ashar itu ada sharing, tapi baru dibuka sebelum magrib.. Pas sesi cerita-cerita, Ihsan yang mimpin ntahlah aku tak tau dia bicara apa, yang pasti pas itu aku lagi nyuci piring sama Iyya n Ajeng lagi tilawah sambil nunggu oven.. (oven ko ditungguin ??)..

Walaupun mungkin tujuan nya nggak nyampe.. emang tujuannya apa?? tapi Subhanallah luar biasa.. Bahkan acara ini berlangsungpun sudah merupakan suatu berkah yang tak terkira.. soalnya taulah Kita udah punya kehidupan masing-masing di tempat masing-masing jadi mungkin sulit untuk berkumpul bersama seperti pas SMA dulu, yang ngurusin acara bareng-bareng (yang ada acara perang dingin ikhwan akhwat.. so sweet, really.. The best memory.. Belum pernah kutemukan karakter suatu kepengurusan kayak begini di kampus…  )

Setelah semua makan berkecukupan sesuai kapasitas masing-masing.. Kita pulang deh, akhwatnya dianterin sama ikhwan pake mobil (awas aja kalo pake motor, takkan kubiarkan itu terjadi.. Pulang lewat magrib saja sudah membuat emosi jiwa yang terpendam.. hehehe lebay).. Semua berpamitan dan pulang ke rumah masing-masing membawa sejuta hikmah di Ramadhan kali ini..

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dakwah di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dnegan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan Ma’rifah kepada-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin.. dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya..

Special thanks to Nana our host (Maaf ngberantakin rumahmu na… ) Buat Ajeng yang rela menungguku rapat selama 15 menit dan membawaku dengan motornya membeli cendol.. hehe. Buat Iyya yang udah nyicipin masakan biar kerasa enak (menyediakan makanan buat yang puasa hoho). Buat Susan yang rela datang demi bertemu kita walaupun baru sembuh.. Buat Diah ( kaput Ikaris 07), Shasha (ciee makin cantik aja pake jilbab), Chie ( Nggak bosen yah kita ketemu mulu, untung nggak sekelas, gawat kalo kita sekelas lagi di TL..), Grini (akhwat sanguin yang super duper supel, gimana kabarnya bu Guru?), and Hida (hello sist, you are beautiful if you wear underrock.. ke kampus kali-kali pake rok dong.. sukses yah meteorologer)thanks for coming n nyicipin masakan ikhwan.. gimana enak nggak?? hehe..

Truz makasih juga buat Ihsan yang udah mau ngordinir temen-temen ikhwan yang lain, yang udah capek-capek rapat tapi nggak ada akhwat yang dateng (‘afwan yah) buat Sandi ama Faisal juga.. Truz buat Arkan (baru tahu anak Elektro bisa nyuci piring juga.. hehe makasi udah bantu beres2), buat Jaka, Winardi (anak SBM yang super duper sibuk buat nyiapin TA sempet juga datang), Rico (makasi udah nganter akhwat yah), Eka, Hendra, ada yang belum kesebut (short memory mendadak ini hehehe)…

Dan makasi untuk semua kerabat kerja yang bertugas..

Cerita ini fakta tapi ada beberapa yang disensor.. Nama, tempat, dan kejadian pun bukan rekayasa.. Semoga menghibur.. dan temukan hikmah dibalik ceritanya..

Jum’at 25 september 2009 20:29 WIB (sebenarnya lagi ngerjain T.P.A.M.. tapi keburu pusing n nggak tau ngerjainnya gimana jadi iseng nulis ini, biar bisa diupload ke blog)

Sadarkah kita??

Air merupakan benda yang dibutuhkan oleh manusia. Dalam undang-undang pun air merupakan benda milik umum. Tapi sekarang makin hari air menjadi benda ekonomis. Dimana untuk mendapatkan seteguk air pun kita harus membelinya. Lalu bagaimana jika harga air bersih atau air minum dari PDAM/PDAB naik per kubiknya??

Otomatis masyarakat bakalan protes,, yah nggak??

Tapi pernah berpikir nggak sih? Kita beli air minum 1 gelas dengan harga tarohlah 500 ,, berapa coba harga 1 meter kubiknya? Akan lebih murah beli ke PDAM atau air botol langsung??

Tak terasa kan, ternyata  tanpa sadar kita mengeluarkan uang lebih banyak?? Tapi kenapa yah kalo harga air dari PDAM naik, semua protes???

Sadarkah kita?

Kau belum mengenalku

Semakin lama, tembok tinggi ini semakin mengurungku jauh dari peradaban cita-citaku..

Semakin lama kotakku semakin mengecil seiring berjalannya waktu..

Aku telah lama mengetahui bahwa tempat ini kini telah menjadi rumahku..

Tapi entah mengapa jiwaku tidak berada di tempat ini..

Aku memang penghuni rumah ini, tapi berbagai macam problematika dan berbagai macam hal yang harusnya setiap penghuni rumah tahu tapi aku bahkan tidak tahu sama sekali…

Ya mungkin mereka berpikir, Memangnya siapa aku?

Hanya musafir lalu yang singgah di singgasana perjuangan, mereka pikir hanya hiasan batu  yang tak berguna..

Atau hanya manusia yang menumpang hidup sementara hingga mendapat rumah sejatinya…

Aku berharap memang seperti itu..

Aku bosan, Bosan, Bosan !

Setiap kali mereka bertanya tak satupun yang mampu aku jawab..

Bukan aku tak mampu menjawab, tapi aku memang benar-benar tidak pernah tahu apa yang mereka tanyakan atau katakan..

Hingga aku berada di titik kejenuhan luar biasa, titik dimana kini aku hanya mampu tersenyum kelu…

Mungkin mereka belum menyadari keberadaanku..

Sebagian mungkin berkata aneh dan mempertanyakan keberadaanku yang tak pernah kunjung muncul… Sebagian lagi mungkin berpikir, Memangnya siapa kamu?

Mereka seolah berkata ‘Aku tidak diperlukan di kehidupan mereka’..

Aku sedih, Aku bosan !

Semakin lama aku ingin pergi saja dari hiruk pikuk rumah ini.. Hiruk pikuk yang bahkan tak pernah ramai yang ada hanyalah diam dan diam…

Aku kesal.. Kesal sekali.. Ingin rasanya kutumpahkan air mata yang terbendung dan rasa yang tertahan di dada…

Tapi tak satupun yang mampu kukeluarkan..

Karena semua pasti selalu berpikir bahwa aku orang yang sempurna, tegar, penyabar, dan pendiam..

Tapi bisa kupastikan mereka salah dan mereka tidak mengenalku !!

Aku pastikan diri ini mulai membeku dari hawa dingin yang kurasakan.. Hingga suatu saat nanti aku temukan kebahgiaan di rumah ini…

Kebahagiaan yang hakiki, kebahagian yang bisa membuatku merasa berguna, bukan hanya pajangan data semata…..

Tuesday, 11 August 2009

Ramadhan, Wanita, dan Pasar

Bulan suci Ramadhan menjelang..
Semua umat muslim di dunia bersegera menyambutnya..
Menyambut bulan penuh berkah..
Bulan diturunkannya al-qur’an..
Bulan dimana syetan-syetan dibelenggu..
Bulan dimana pintu rezeki dan surga di buka..
Dan semua kebaikan yang akan didapatkan oleh orang-orang muslim..

Namun yang tak kalah menarik adalah kebiasaan wanita ketika bulan Ramadhan yaitu berbondong-bondong pergi ke pusat-pusat perbelanjaan dan memasak berbagai aneka hidangan.

Dulu semasa kecil saya pergi ke pasar untuk berbelanja, contohnya pakaian dan biasanya pergi saat bulan Ramadhan. Dan anehnya ini merupakan sebuah tradisi. Tapi alhamdulillah sekarang tradisi ini mulai pudar di keluarga saya. Bukan berarti tidak boleh pergi ke pasar saat Ramadhan, tapi alangkah lebih baik jika kita persiapkan kebutuhan kita saat Ramadhan sebelum bulan Ramadhan. Karena Ramadhan adalah bulan untuk kita beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Bukan untuk bermewah-mewahan dengan berbelanja hal-hal yang terkadang sebenarnya tidak diperlukan.

Dan yang lebih aneh biasanya para wanita atau ibu-ibu modern berbelanja menjelang hari raya Idul fitri, hari-hari dimana harusnya bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah dan mendapatkan malam lailatul Qadr. Padahal secara mayoritas, para pedagang justru menaikkan harga jual menjelang akhir Ramadhan.

Rasulullah saw bersabda “ Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid. Dan tempat yang paling dibenci-Nya adalah pasar” (HR Muslim)

Lalu apakah yang membuat Allah membenci pasar?

  • Jika Anda menengok pasar entah itu pasar tradisional, swalayan, atau supermarket, lihatlah wanita disana, hampir semua bertabarruj (berdandan) yang layak ia berikan hanya kepada suami.
  • Terjadinya ikhtilath antara pria dan wanita. Ini jelas pasti terjadi apalagi di pasar-pasar tradisional.
  • Penipuan dan kecurangan. Tak jarang pemilik toko melakukan kecurangan jual beli terhadap pembeli bukan? atau tempat terjadinya pencopetan.

Dilihat dari fakta-fakta diatas sebaiknya wanita ke pasar jika memang ada keperluan yang mendesak. Bila hendak pergi ke pasar diwajibkan dengan muhrim. Kemudian dilarang  membebani ayah kita (suami bila telah bersuami) di luar batas kesanggupannya kalau kita hendak berbelanja.

Kedua adalah wanita atau para ibu senang sekali memasak beraneka makanan di bulan puasa entah itu untuk sahur atau hidangan berbuka. Tidak apa jika makanan tersebut memang habis atau lebih bagus dibagikan kepada orang yang tidak mampu daripada mubazir. Sesungguhnya Ramadhan bukan bulan makan dan minum, melainkan bulan ibadah. Hidangkan makanan yang wajar saja dan sesuai dengan selera keluarga tanpa memaksa-maksa diri dan bebas dari tabadzir (pemborosan).

Jadi bagi Anda kaum muslimah hendaklah di bulan suci Ramadhan ini dimaksimalkan untuk beribadah dan bertaqarrub kepada Allah swt..

Milik Wanita Yang Paling Indah

Apakah milik Anda yang paling cantik, wahai wanita muslimah?
Apa gerangan yang menghiasi dan membuatnya elok dipandang mata orang?
Apa yang membuat orang lain menghormatinya?
Pakaiankah?
Perhiasankah?
Mobil mewah kah?
Rumah mewah kah?
Uang kah?
Ataukah beragam warna gemerlap yang menghiasi wajahmu?

Bukan,, bukan itu semua wahai muslimah !!!

Milik wanita yang paling cantik, yang selalu menghiasi, dan membuat orang lain menghormatinya adalah rasa MALU.. Malu yang terlahir dari perasaan iman yang mendalam. Sikap malu ini merupakan hal yang paling cantik bagi seorang wanita menurut kacamata Islam. Namun, tidak semua wanita muslim di dunia ini memilikinya. Bahkan mungkin hanya minoritas dari seluruh wanita muslim di dunia.

Menurut Ulama, malu yaitu akhlaq Islam yang berperan untuk menghalangi orang berbuat jahat dan merebut hak orang lain. Dalam sabda Rasulullah saw dijelaskan bahwa “Sesungguhnya setiap agama ada akhlaqnya, dan akhlaq Islam adalah malu” (HR Malik). Dan tahukah Anda bagaimana perangai Rasulullah ? dalam hadis riwayat Muslim dijelaskan bahwa beliau lebih pemalu di banding seorang gadis. Berikut kalimatnya “Adalah Rasulullah saw lebih pemalu daripada gadis perawan di biliknya.” (HR Muslim)

Nah, dengan rasa malu akan membuat seorang wanita tambah cantik walaupun tanpa bedak tebal atau bibir mengkilat. Bahkan akan membuat seorang wanita dihormati. Wanita yang tidak merasa malu adalah wanita yang tidak baik dan jangan pernah mengharapkan kebaikan darinya.

Dalam Al’qur’an surat al-qashash ayat 25 : “Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu  berjalan kemalu-maluan”. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa sifat malu harus dimiliki oleh setiap wanita muslimah dan senantiasa terpancar dari segala gerak-geriknya. Dan ketika sifat malu ini telah hilang dari ummat Rasulullah saw, maka terjatuhlah ia ke dalam jurang dekandensi moral yang layak ditangisi.

Lalu bagaimana kondisi wanita sekarang?
Kini, wanita merasa malu JIKA TIDAK berdandan dan memperindah wajah dan tubuhnya….
Wanita merasa malu JIKA TIDAK memakai Ruby atau menenteng Shophie Martin..
Wanita merasa malu JIKA TIDAK menggunakan Dolce & Gabanna kemanapun ia pergi…
Wanita zaman sekarang merasa malu JIKA TIDAK memakai hot pents..

dan hal lainnya yang membuat ia malu bukan karena ia malu sebagai seorang muslimah..

Astaghfirullah… Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari godaan syetan.. Semoga Allah senantiasa menaungi kita dengan cahaya-Nya agar kita tidak terjatuh ke lembah kehinaan.. Semoga Allah selalu menunjukkan jalan lurus menuju Jannah-Nya.. Dan semoga Allah selalu mensucikan hati kita dan mengampuni semua dosa yang kita sadari ataupun tidak..

Mari kita mempercantik akhlaq kita dengan rasa malu yang timbul dari iman yang dalam.. Semoga di bulan Ramadhan kita dapat memperbaiki akhlaq kita menuju derajat taqwa..

Marhaban Yaa Ramadhan..

Environmental Engineering

Ehm, TL, bukan satu-satunya harapanku ketika masuk perguruan tinggi. Tapi kini aku terdampar di sana, di tempat yang menurut kebanyakan orang tempatnya para CEWEK kuliah kaya FARMASI atau biologi atau mungkin kebidanan. Yeah, I’m here right now. But i am glad to be an environmental engineering. I was absolutely positive since I came.

Sekarang aku menempuh setengah perjalanan di TL tercinta. Nah, yang aku ingin tulis disini bukan kenapa aku masuk TL, tapi kenapa di TL harus banyak cewek??

Entah mengapa paradigma orang ketika masuk TL adalah jurusan kaum Hawa, padahal 180 derajat berbeda dari sifat-sifat ke-cewe-an. Beneran deh, di TL tuh nggak ada cewe-cewe nya, semua mata kuliahnya mengharuskan kita berbuat seperti kaum Adam. Contoh : Kita punya mata kuliah mekanika Fluida dan salah satu praktikumnya kita masuk ke sungai yang bukan main kotornya, apalagi kalo nggak punya keahlian berdiri di derasnya air sungai, say good bye aja. Terus ada mata kuliah Gambar Teknik, dan salah satu asistensinya harus menggambar kondisi saluran drainase, dan tentu saja kita turun naek ke selokan. Mending kalo selokannya yang cuma setinggi lutut, nah kemaren itu saya dapat selokan yang tingginya lebih dari saya sendiri. Mana gelap, banyak nyamuk bau pula. Sedih sedih sedih.. Mana sorenya ada osjur pula… Lho..

Bukan itu saja, sebenarnya design TL itu sama halnya kayak sipil tapi entah mengapa yang masuk kebanyakan cewek-cewek termasuk saya. Walaupun tidak dapat dipungkiri ada kerjaan cewek juga sich, kaya Sanitasi Lingkungan, Makanan dan Minuman, Kesehatan Lingkungan, yah inilah mata kuliah yang cewek banget. Tapi itu bukan inti dari TL. Karena kita buka ahli kesehatan, tapi teknisi untuk mendesign Lingkungan untuk tetap sehat.

Terus, banyak teknisi lingkungan dibutuhkan sekarang ini. Namun, kebanyakan syarat kerja adalah “Laki-Laki”. Karena apa? Yah itu dia, pekerjaan ini menuntut seseorang yang kuat dan pantang menyerah seperti laki-laki. Tapi, sebenarnya wanita juga bisa, tapi biasanya ditempatkan di belakang meja aja..

Nah, buat cowok-cowok yang pengen masuk TL, masuklah. Pekerjaan jadi engineer lingkungan sama banyaknya kaya kamu masuk sispil. lebih menggiurkan lagi, jurusan TL di Indonesia masih dikit lho, jadi jangan takut enggak punya kerja. Tapi buat cewek-cewek TL yang perkasa, ayo kita berjuang, kita juga sebenarnya bisa kok jadi enginer lingkungan.

Looks around us

Slama dunia masih berputar

Perbedaan tak pernah pudar

Terbawa keangkuhan manusia

Tak ingin membagi rasa

Bukalah mata hati kita

Bayangkan masa depan dunia

Bersatu rasa untuk melangkah

Demi meraih harapan

Dunia yang indah

Bayangkanlah kita semua

Berjalan bersama

Menuju hidup damai sejahtera

Sempatkanlah untuk melihat di sekitar kita

Ada kesenjangan antara manusia

Lihat sekitar kita

Adakah sepercik bahagia

Yang tersisa di hati kita

Bergandeng tangan dekatkan hati tiada perbedaan dalam cinta dan kasih…..

Artis by Krakatau

Nah, sekarang saya tidak sedang mengajar untuk menyanyi, hanya refleksi dari lagu diatas, sebenarnya nggak tahu nyambung atau nggak,, tapi yah tak apa.. lanjut ke topik yang akan saya tulis, tentang kondisi ummat muslim sekarang ini.. Lanjuuuuuttt……………

Dilihat dari sudut pandang saya sebagai seorang perempuan, kondisi ummat muslim sekarang ini sedang collapse.. Mereka seakan-akan (padahal emang iya) hilang arah dan tujuan hidup akibat mereka kurang memahami kepercayaan mereka terhadap agama yang mereka yakini. Tidak sedikit orang yang mengaku islam, namun melaksanakan salat saja tidak, atau mengetahui jumlah juz al-Qur’an saja tidak, sehingga orang berkata bahwa mereka hanya islam KTP, tanpa ada aplikasi dari keislamannya. Memang sangat disayangkan, hanya segelintir orang saja yang masih memegang teguh kewajiban mereka terhadap islam. Dan semoga kita termasuk ke dalam segelintir orang yang masih memegang teguh terhadap Islam.

Ummat muslim, khususnya wanita di Indonesia hanya mementingkan kecantikan dibanding dengan kehormatan mereka di mata Allah swt. Manusia lebih terlena dengan harta dan tahta, mereka telah terbuai oleh bisikan setan akan gemerlapnya dunia yang sesungguhnya hanya sementara. Bahkan ketika saudara mereka tertindas mereka hanya diam tanpa bergerak. Contoh lain yang  kemarin marak diperbincangkan banyak orang adalah pengukuhan UU Pornografi,, banyak orang yang menolak adanya UU tersebut dan sangat mengejutkan sebagian besar adalah para wanita yang sebagian besar tentunya ummat islam.. terkadang saya heran dengan itu, saya tidak mengerti mengapa mereka menolak? Bukankah itu demi kebaikan mereka sendiri,, masa dilindungi nggak mau??

Jawabannya adalah mereka belum atau tidak mengerti akan agama yang mereka yakini sehingga hal yang telah menjadi ketetapan bagi mereka, tidak mereka laksanakan.

Selain itu, banyak sekali ummat islam yang berani membunuh dengan kejam, meneror, melecehkan, merampok, memperkosa, menjual manusia yang bahkan bisa anaknya sendiri,dan segudang permasalahan lain yang terjadi.

Menurut saya semua itu berawal dari satu hal yaitu, AQIDAH yang kurang kuat. Mereka kurang paham dan mengenal akan siapa Tuhan mereka?Pembinaan yang mereka dapatkan di lingkungan mereka kurang menunjang, hanya sebatas tau tapi tidak memahami dan merealisasikan apa yang mereka tahu..

Coba kita lihat saudara kita di Palestine, mereka tetap teguh dan tegar memegang panji islam walaupun tertindas sekalipun. Karena mereka di-upgrade menjadi seorang mujahid/mujahidah sejati. Poin-poin penting mengenai keislaman mereka tanamkan sejak kecil sejak dalam kandungan. Sehingga ketika mereka dewasa mereka memiliki pemahaman luar biasa dan mampu menggerakkan semangat memerangi orang kafir.

Lihat muslim yang ada di italia, ketika mereka memeluk islam mereka melaksanakan kewajibannya dengan penuh totalitas. Mereka berani terang-terangan memerangi sang senator negara tersebut yang telah menghalangi mereka untuk mendirikan masjid. Bahkan mereka menanamkan benih perjuangan tersebut terhadap putra-putri mereka. Hal tersebut menjadi sebuah kekuatan, ketika mereka membutuhkan pemahaman islam yang lebih, mereka mendatangi para imam/ulama-ulama disana bahkan hingga di luar negara tersebut demi mendapatkan indahnya islam bagi putra-putri mereka sebagai generasi penerus.

Lalu….Lihatlah negeri kita!!

Apa yang ditanamkan oleh orang tua saat bayi??

Apa yang mereka ajarkan ketika bayi belajar berbicara??

Apa yang diberikan saat seorang anak mulai sekolah di TPA/TK/SD/SMP/SMA???

Hanya segelintir orang yang mengajarkan bayi untuk mendengarkan ayat suci al-qur’an, mengajarkan membaca al-qur’an, mengajarkan salat, berbicara sopan,,,,,,

Sisanya saat masih dalam kandungan diperdengarkan musik klasik atau jazz, saat masuk TK sudah dijejali dengan belajar bahasa asing ini itu, belajar komputer, les musik ini itu, les nari dan lainnya.. ini terjadi di sekitar kita (khususnya disekitar saya). Hanya sedikita orang tua yang menganjurkan mereka mengikuti pengajian atau belajar agama. Akan tetapi tidak sedikit orang tua yang menyekolahkan mereka di sekolah-sekolah yang ber-title sekolah Islam. Maksud hati sebagai orang tua ingin memberikan pemahaman islam terhadap putra-putri mereka, namun pada kenyataannya sebagian besar dari mereka sama saja seperti anak-anak sekolah umum. Tetap saja hanya segelintir kecil yang memang terbina hingga mereka dewasa dengan keislaman sekolah-sekolah tersebut. Sungguh sangat disayangkan.. walaupun begitu, saya tetap tidak memungkiri bahwa kenyataan seseorang bisa tersentuh islam adalah berkat hidayah yang di berikan Allah swt.

Dari berbagai problematika ini, solusi kita sebagai seorang da’i/da’iyah adalah membina/memberi tahu/menyeru apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim. Hal ini bisa dilakukan melalui berbagai media. Ketika ummat muslim bersatu dalam barisan yang kokoh yaitu barisan dakwah niscaya perubahan itu akan terjadi.

Ketika ummat memahami urgensi pembinaan diri, mereka akan mampu mengadakan perubahan besar bagi negara ini…

wallahu’alam